Sutrisno Sebut Persoalan Siswa SMPN 8 Pati Berawal dari Miskomunikasi

PATI, mbjateng.com — Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Sutrisno, menilai persoalan perpindahan siswa SMP Negeri 8 Pati ke MTs Juwana bermula dari perbedaan pemahaman mengenai administrasi sekolah.

Kesimpulan itu diperoleh setelah Komisi D melakukan sidak dan mendengarkan penjelasan dari pihak sekolah maupun wali murid.

Sutrisno mengatakan klarifikasi secara langsung penting dilakukan agar persoalan tidak berkembang berdasarkan informasi sepihak.

“Setelah kami mendengarkan kedua belah pihak, ternyata persoalannya tidak seperti yang berkembang sebelumnya. Ada bagian yang memang perlu diklarifikasi, khususnya terkait proses data siswa,” kata Sutrisno.

Ia menyebut persoalan seperti ini seharusnya tidak diselesaikan dengan saling menyalahkan.

“Kalau ada informasi yang belum sama antara orang tua dan sekolah, jalan keluarnya adalah duduk bersama. Dengan begitu, masalah bisa dilihat berdasarkan fakta,” ujarnya.

Menurut Sutrisno, sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan proses administrasi kepada wali murid secara mudah dipahami.

“Bahasa administrasi kadang tidak mudah dipahami semua orang tua. Karena itu sekolah perlu memberikan penjelasan secara sederhana mengenai apa yang harus dilakukan dan bagaimana tahapan berikutnya,” jelasnya.

Ia memastikan siswa yang bersangkutan saat ini tetap melanjutkan pendidikan di MTs Juwana.

“Yang penting sekarang anaknya tidak berhenti sekolah. Kita pastikan proses pendidikannya terus berjalan sambil administrasi diselesaikan,” tambah Sutrisno.

Dari keterangan SMPN 8 Pati, siswa tersebut sebelumnya bersekolah di sekolah tersebut. Setelah beberapa kali tidak hadir, siswa mengajukan perpindahan ke MTs Juwana.

Pihak sekolah juga membantah adanya tekanan kepada siswa terkait kehadiran ataupun kenaikan kelas.

Sutrisno berharap penyelesaian kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak.

“Kasus ini jangan hanya selesai pada persoalan satu anak. Kita berharap ke depan komunikasi soal perpindahan siswa bisa lebih tertib sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman,” pungkasnya.

(ADV)

Pos terkait